Kamis, 10 Oktober 2013

give and help

There’s a story in your eyes.
I can see the hurt behind your smile.
For every sign I recognize,
Another one escapes me.

Let me know what plagues your mind.
Let me be the one to know you best,
Be the one to hold you up
When you feel like you’re sinking.

Tell me once again,
What’s beneath the pain you’re feeling?
Don’t abandon me
Or think you can’t be saved!

I walk beside you
Wherever you are,
Whatever it takes,
No matter how far!
Through all that may come
And all that may go,
I walk beside you!
I walk beside you.

Summon up your ghost for me.
Rest your tired thoughts upon my hands.
Step inside this sacred place
When all your dreams seem broken.

Resonate inside this temple.
Let me be the one who understands,
Be the one to carry you
When you can walk no further.

Tell me once again,
What’s below the surface, bleeding?
If you’ve lost your way,
I will take you in!

I walk beside you
Wherever you are,
Whatever it takes,
No matter how far!
Through all that may come
And all that may go,
I walk beside you!
I walk beside you.

Oh, when everything is wrong...
Oh, when hopelessness surrounds you...
Oh, the sun will rise again!
The tide you swim against
Will carry you back home,
So don’t give up,
Don’t give in!

I walk beside you
Wherever you are,
Whatever it takes,
No matter how far!
Through all that may come
And all that may go,
I walk beside you!
I walk beside you.

Kamis, 11 Juli 2013

a i r

saya hanya melihat semangat yang gak pernah padam dalam diri anda.
saya terkesan.
dan anda sudah membuat saya berusaha menjadi sebaik anda.








Rabu, 03 Juli 2013

menghadapi orang introvert


menghadapi orang introvert memang tidak mudah. Kadang kita berpikir kalau mereka adalah orang yang memiliki dunianya sendiri. Kadang kita juga berpikir kalau mereka sulit didekati dan sulit membuka diri. Namun yang namanya pacaran, nggak mungkin juga dong untuk saling diam dan pasif. Nah, bila Anda punya pacar/ teman yang introvert, ini nih trik untuk menghadapi mereka.
1. Antusias Dengan Reaksi Mereka
Kebanyakan orang merasa jawaban flat seorang introvert adalah akhir dari pembicaraan.  jangan putus asa dengan jawaban mereka. Mereka tidak benar-benar ingin mengakhiri pembicaraan kok. Sesungguhnya, mereka senang Anda mengajaknya bicara, hanya saja pembawaan mereka yang datar dan seringkali jarang bicara adalah karena mereka bukan tipikal yang ekspresif seperti Anda. Tetaplah antusias dengan respon yang ia berikan.
2. Jangan Menekan Mereka
 jangan coba untuk memaksa atau menekan mereka melakukan sesuatu yang membuat mereka lebih terbuka hanya karena Anda merasa mereka introvert. Bila Anda melakukan hal ini, bisa jadi mereka akan lebih memilih mundur daripada mencoba untuk membuka diri.
Hargailah sifat mereka yang tertutup, namun Anda tetap bisa mengajak mereka untuk lebih komunikatif dengan bertanya apa pendapatnya. Misalnya ketika memilih makanan dan mereka beri jawaban 'terserah', cobalah untuk memberikan beberapa pilihan dan tanyakan mana yang lebih enak menurut mereka. Lama-lama mereka akan terlatih untuk lebih terbuka pada Anda tanpa harus merasakan tekanan.
3. Masuklah ke 'Dunia Mereka'
Orang-orang introvert tidak banyak yang bergumul dengan keramaian, tapi bukan berarti mereka tidak bisa pergi ke mall atau tempat yang riuh lainnya. Biasanya mereka lebih suka alam terbuka, permainan game, hobi atau tempat yang berhubungan dengan hal yang mereka sukai.
Coba tanyakan tempat seperti apa yang mereka sukai dan cobalah berkencan dengan mereka di sana. Kebersamaan merasakan sebuah pengalaman akan membuat si introvert ini punya kedekatan emosional yang lebih mendalam dengan Anda.
4. Kesabaran
Kuncinya adalah sabar. Kadang kita ingin pacar/ teman kita seperti si A atau si B. Padahal sebenarnya Anda sudah punya seorang pacar/ teman yang mungkin luar biasa. Anda hanya perlu lebih mengenal dan memahaminya, oleh karena itu Anda perlu lebih bersabar dengannya agar ia bisa menunjukkan inner beauty yang mungkin hanya akan ia tunjukkan pada Anda.
5. Menghadapi Pertengkaran
Saat bertengkar, umumnya si introvert ini akan sama seperti tipe orang yang lainnya. Namun, bila memang pertengkaran Anda dan dia tergolong parah. Tak ada salahnya untuk saling menyendiri dan introspeksi sejenak. Ini akan memberikan Anda dan dia space untuk berpikir sehingga bisa bicara di lain waktu dengan lebih nyaman.
Akan ada proses untuk bisa memahami dan mencintai si introvert. Jangan pernah menyerah dengan sosoknya yang mungkin misterius dan bikin penasaran. Pasti ada celah bagi Anda untuk bisa menaklukkan hatinya

vemale.com

Jumat, 14 Juni 2013

back to home

Dan sekarang gue baru sadar udah berhasil lewatin satu tahun masa kuliah dengan cukup lancar, alhamdulillah. Ternyata kuliah ga sesulit yang dibayangin kalo emang niat nyari ilmu sebagai kebutuhan. 

Selasa, 19 Maret 2013

18 tahun

akhirnya gue merasa lebih baik setelah berminggu-minggu dikacaukan oleh banyak hal. sering di tiap kesempatan gue lagi sendiri, renungan gue dimulai dengan pertanyaan 'kenapa' ituah yang bikin gue ngerasa gak pernah cukup dan selalu menyesali kesalahan-kesalahan gue yang udah lewat. ya, cuma menyesali. -gue gak pernah merasa bener-bener bahagia, ngejalanin hidup yang orang lain pilihin buat gue- itu pikiran dangkal yang selalu ingin gue tepis. walaupun gue memang ngerasa kaya robot sekarang. mungkin orang-orang diusia 18 tahun ngerasain gini juga? nyari jati diri yang sebenarnya, dan dalam pencarian yang seperti ekspedisi dalam gua ini, akan ada 2 pilihan kemungkinan, nemuin jalan keluar, atau tersesat cukup lama di jalan yang salah. mungkin sepintas,  tersesat di jalan yang salah akan terasa menyenangkan kalau ditemenin sama seseorang yang kita harapkan. ketentuannya memang begitu, kesesatan emang  lebih jelas terbayang  dimana manisnya sementara jalan lurus yang berujung kebenaran lebih mudah terbayang kesulitan untuk menempuhnya. setelah gue menyadari ini, apakah gue akan tetep bersikeras memilih jalan yang salah?

Minggu, 17 Maret 2013

Do you ever stop and think?

Do you ever stop and think? Just reflect on everything that's happened to you in the last few days. Months. Years.

Do you wonder where all that time went? All those special moments or just the ordinary daily activities that are now only memories. Memories that are unique and the only way you can hold onto them is by replaying them in your mind over and over again, until the details all merge together and you're left with a fuzzy recollection that doesn't seem to fit anymore.

Do you remember the exact time when you started to grow up? When the conversations you had were not about dolls or imaginary friends but about sex, boys and 'How far have you gone'? When you started giggling not because you're covered in mud, but because you remembered the time that a boy kissed you?

Have you ever turned around and suddenly everyone was 3 feet taller, with bigger parts and more curves and you had no idea where it all came from? 

Have you ever felt that the closest people to you are also the furthest away? Felt that everything was happening too fast? And even though you didn't want to grow up, you didn't want to be left behind either?

And when his hand is no longer a boy's but a man's, when his touch does not convey safety but lust and when your body betrays you and wants it too, is this when we have grown up? Or is it when we are forced to grow up?

And who tells us when we have grown up? How do we know when we have reached our destination? Do we ever stop growing up or do we continue to just grow in spirit?

And if I can see everyone else making choices, trying new things, growing up, is it selfish for me to want it to stay the same forever?

And if I make my own choices, try different things, slowly growing up, will others notice that I'm changing too? Do they wish that nothing would change just like I do?

And if I'm just scared of losing the people that are close to me, scared of being left behind or leaving others behind, is it okay for me to stand off in the distance just watching these people live their lives, remembering how they are and how they make me feel?

But if I hold onto them too tightly how am I to move on? How am I to grow up and LIVE MY LIFE? How am I to make decisions and take on responsibility if I'm living in the past?

I guess time continues whether you want it to or not, leaving you behind or taking you for the journey of your life.

By: Jordan Brown

Selasa, 12 Maret 2013

Selasa, 05 Februari 2013

i've done

I give up on trying to be nice

I'm just the one looking for friends

Looking for the ones that wont be asses

I don't think anyone knows what that even means,

Why cant people just be nice

Or don't anyone know that word

I guess guys acting like little kids is better,

When well people grow up and get their heads on earth,

I guess that's asking for to much




Kamis, 24 Januari 2013

forgive and not forget

life is too short
to carry a grudge

at first i thought
i wouldnt speak to you
i would not budge

but we're only humans
mortals on this earth

i can't blame you
for the way i think

i cant blame you
for the way i feel

every single emotion
is first controlled by a thought

behind every emotion
is a thought

change my thinking about what you said
and I will automatically change
the way I feel about it
and look at it in a new way

only i can do that
i am the master of my thinking
which makes me master of my emotions

then i can begin to change my outer world
because i have done the inner work
of changing myself

self responsibility
letting go
forgiving

this is the lesson
i have learned

cant go on being mad at you
when really all i want
is to be with you

forgive you
i will

forget it
no

i will learn
from it
and
we will grow

By : Paula Reger



Senin, 21 Januari 2013





Foto di atas adalah akibat dari kekacauan yang gue buat, yap gue dapet nilai UAS Bahasa Indonesia sebesar Rp61.000.000,00 *plak! Huaaaaaaaaaaaaaaaa :’O ngenes banget sih, kalo aja gue lebih serius waktu baca soal, kalo aja gue lebih lama mantengin Modul, kalo aja gue gak pake feeling waktu ngebedain jenis tulisan, jenis paragraf, sifat paragraf dan seabreg istilah kembar lainnya, dan kalo aja gue lebih banyak latihan bikin paragraf yang efektif......... gue gak akan nyesel banget kaya gini :’O  nilai gue nanggung banget kaya rok SMP anak alay -___- padahal 2 poin lagi gue bisa dapet A, jomplang banget antara nilai UTS sama UAS :(


gue Cuma mau curhat gini aja ke lu, blog. Karena kalo gue curhat sama orang, pasti gue dikasih nasehat-nasehat klasik yang ngebosenin U.U *sombong banget lu nur!*        bukan gitu, dengan banyak menelan mentah-mentah nasehat dari lu orang, itu Cuma bikin gue makin nyesel aja. Mudah-mudahan di semester 2, gue GAK LUPA buat GAK NGELAKUIN kecerobohan ini lagi U.U MasyaAllah



the truth


Minggu, 20 Januari 2013

Amid all the struggles i went through.







My heart is slowly adjusting

My Dreams Are the Sun



See that golden hue
Burning in the west
My dreams are with that color
My dreams are the sun
The sun always sets
But never seems to rise
That sun carries my dreams
Slowly out of my reach
I watch it slide away
Leaving me behind
The color disappears
My dreams are with that sun
Whenever the sun sets
It rises in another place
A place blessed by that light
My dreams are hidden in that light
At my window seat
I watch the sun take it all away
My dreams are with the sun
My dreams are the sun 

Dawn Michelle





Kamis, 17 Januari 2013

semester 1 udahan nih? :D


Setelah enam bulan gue kuliah di IPB banyak perubahan yang gue alami. Yang gue harapkan sih perubahan yang baik baik aja, tapi ternyata ada juga yang kurang baik, kaya gue jadi demen banget tidur -___- ini bermula dari temen sekamar gue yang namanya Gigis, haha maap ya gis :p nah dia tuh seneng banget tidur tiap sebelum dan sesudah makan *dikata cuci tangan* sebelum dan sesudah kuliah maksudnya. Kita kan kuliah jam 08.00, dia biasa bangun jam 7an, kadang lebih, kalo udah gak keburu mandi yaaa *sama sama taulah* idung gue mendadak sakit gara gara seisi kamar bau minyak nyong-nyong #minyak wangi  maksudnya U.U maap lagi gis hehe. Tadinya nih, setelah solat subuh, gue biasa baca-baca buku terus langsung mandi, terus makan, langsung berangkat kuliah. Itu “tadinya” .. nah sekarangnya nih, “sekarangnya” gue abis solat subuh langsung tepar tidur lagi, baca buku dulu sih *speak doang* 5 menitan, terus liat ke kanan ada makhluk sehat berambut kriting ngembang (kaya artis jaman dahulu) yang lagi tidur pules banget sampe nganga mulutnya, kan gue jadi kegoda yaa (gak mau disalahin). Akhirnya gue tidur tuh, trus jadi rutin bangun setiap jam setengah 7 pagi (ini bener bukan gue banget -__-) trus gue jadi jarang sarapan cobaa? (ngadu nih ceritanya?) haha tapi gue seneng ko gis sekamar sama lu, abis lu rajin piket sama ngebagi makanan jarahan dari kamar lain ke gue hehehe ngga ngga, ada hal yang lebih dari itu, gue tau lu orang kuat men, jalanin hidup (yang dulu) sangat gak mudah, kita sama-sama berjuanglah sekarang! :D

Gue di asrama di lorong di kamar tuh disatuin sama anak-anak yang berbeda daerah. Ya tujuannya sih biar gak rasis sama sukunya masing2, biar kenal banyak budaya di Indonesia #asik. Bergaul sama orang Jawa, Lampung, Medan, Palembang, Kalimantan, gak berhasil bikin gue terpengaruh sama bahasa mereka. Tapi ada satu daerah yang secara gak sadar bikin gue berlogat seperti orang orangnya. Yeah, DEPOK. Heran gue juga, kenapa mesti DEPOK? Gue ketularan EMA, Putri, dewe, dan berjuta-juta orang depok lainnya #lebay. Gue malah rada kaku kalo ngomong sunda yang notabene adalah suku asli gue. Hehe, ndak opolah, sing penting aku punya temen yang akeh disana #Jawa Channel -___- haha gak apa, gue ikhlas ko kalo bahasa gue ternodai bahasa bahasa lain, mudah-mudahan jadi gak kaku lagi pas dapet suami bukan orang sunda HAHAHA! #aminin kali :p (bip biiip, ngarep dettected) naon sih? Udah udah, gue seneng ko bisa kenal dan belajar banyak dari berbagai suku di Indonesia <3

Buat gue, tugas yang banyak, kuis mendadak, soga (social gathering) sampe tengah malam *lebay, dan materi ujian yang setinggi gunung salak *lebay lagi, udah ga mempan bikin gue mundur dari jalan ini. Jalan menuju sukses emang gak pernah mudah, jatuh sama ngeluhnya juga gak mungkin sakali. Ibaratnye nih, gue udah jadi bakteri gram negatif yang resisten terhadap antibodi *ko analoginya kaga enak?. pokonya Gue bukan orang yang lemah lagi sama cobaan cobaan yang sudah dan akan gue temuin di kehidupan gue ini. Semester 2... gue siap :)

Gue sadar, semua hal-hal buruk yang berubah menjadi baik, juga yang tadinya udah baik berubah menjadi semakin baik itu gak terlepas dari kehadiran teman-teman yang gue punya sekarang, yang memberi dukungan, arahan bahkan hiburan sekalipun,  semua gak akan bisa kalo gue sendiri aja. Gue bersyukur Allah ngasih gue banyak temen-temen yang super , alhamdulillah :)












Rabu, 16 Januari 2013

kacau



lama ga nulis blog kemampuan gue buat  cuap cuap dalem tulisan makin ngilang, ini terbukti ketika saya mengisi bagian ke-3 soal UAS Bahasa Indonesia  *mendadak baku*. Yap, soal  tersebut meminta saya untuk menulis karangan deduktif singkat tentang pentingnya mengenal komputer karena komputer digunakan di berbagai bidang kerja. Ini adalah soal terakhir yang saya isi. 5 menit.. 10 menit... 20 menit... sampai setengah jam berlalu, kertas jawaban milik saya masih kosong. Rasa khawatir mulai muncul, saya berpikir keras hanya untuk menulis kalimat pertama (karena menurut saya meneruskan lebih mudah dari mengawalinya). Sebuah kalimat yang setiap kali muncul di benak saya (menurut saya) selalu tidak tepat. Hingga waktu mengumpulkan jawaban tinggal 15 menit lagi, saya baru bisa (terpaksa) menulis kalimat pertama yang sebenarnya sudah 10 menit yang lalu ingin saya tulis -___- sangat membuang waktu. Akhirnya saya bisa menyelesaikan sebuah paragraf tepat pada waktunya, namun tidak tepat dengan perintah soalnya (ngalor-ngidul). Ckckck , Sepertinya saya lebih berbakat dalam menulis paragraf narasi seperti contoh curhatan di atas -___-